BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Sebanyak 993 pelajar dari berbagai sekolah di Banyuwangi mengikuti Babak Penyisihan tingkat Kota Banyuwangi Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (KOMPERASIA) ke-3, Minggu (6/9/2026). Mereka bersaing dalam tiga bidang akademik: matematika, sains, dan bahasa Inggris.
Persaingan tak hanya untuk menjadi juara lomba. Peserta juga memburu posisi The Best Five untuk kategori SD/MI dan The Best Ten bagi jenjang SMP/MTs pada babak penyisihan Kabupaten Banyuwangi.
Baca juga: SMPN 2 Gambiran Kenalkan Coding dan AI Lewat Proyek Gim
Koordinator Event KOMPERASIA Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua Lare Osing Gemar Olimpiade (LOGO), Chandra Wang, mengatakan kompetisi tahun ini mendapat animo tinggi. Dari total 993 peserta se-Banyuwangi, lebih dari 500 peserta mengikuti lomba di lokasi MTsN 8 Banyuwangi.
"Total peserta 993 peserta didik se-Kabupaten Banyuwangi. Untuk yang di MTsN 8 Banyuwangi, jumlah peserta yang mengikuti event sekitar 500 lebih," kata Chandra, ketika ditemui di sela-sela kegiatan.
Menurut dia, persaingan antarpeserta berlangsung ketat. Tingginya jumlah peserta juga menunjukkan minat pelajar dan orang tua terhadap kompetisi akademik cukup besar.
Chandra menilai Banyuwangi memiliki banyak pelajar dengan kemampuan akademik yang baik. Kehadiran kompetisi seperti KOMPERASIA dinilai memberi ruang bagi mereka untuk menguji kemampuan sekaligus mengukur capaian dibandingkan peserta dari sekolah lain.
“Banyuwangi ini aslinya peserta didiknya pintar-pintar,” ujarnya.
KOMPERASIA merupakan sebuah ajang kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh KOMPERASIA melalui kolaborasi resmi dengan Andima Smarthouse Surabaya. Di Banyuwangi, pelaksanaan juga melibatkan LOGO sebagai komunitas yang aktif menggelar kompetisi dan olimpiade akademik bagi pelajar.
LOGO sendiri memiliki kompetisi akademik yang digelar secara mandiri, yakni Mascot (Madrasah Smart Competition).
Pada babak penyisihan kali ini, kompetisi di Banyuwangi berlangsung di dua lokasi. Selain MTsN 8 Banyuwangi di Kecamatan Genteng, peserta mengikuti lomba di UNIDSOE (STIKES) Banyuwangi.
Tiga mata pelajaran diperlombakan dengan jadwal matematika pukul 08.00–09.00, sains pukul 09.30–10.15, dan bahasa Inggris pukul 10.45–11.30. Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari satu mata pelajaran.
Hasil perlombaan akan diumumkan di MTsN 8 Banyuwangi. Peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan sesuai kategori dan jenjangnya.
Baca juga: Kebakaran Lahan di Kedungringin Muncar Meluas ke Semak dan Pisang, Warga Berjibaku Padamkan Api
Untuk kategori SD/MI, penghargaan diberikan kepada The Best Five. Sementara jenjang SMP/MTs memperebutkan The Best Ten pada setiap kelas atau level dan mata pelajaran.
Peserta yang meraih posisi terbaik juga memperoleh trofi dan sertifikat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.
Bagi Chandra, kompetisi tersebut bukan sekadar mengejar gelar juara. Tingginya partisipasi menunjukkan adanya kebutuhan terhadap ruang kompetisi akademik yang dapat diikuti pelajar Banyuwangi.
“Animo peserta dan orang tua sangat tinggi. Selama ini belum ada wadah yang mampu mengakomodasi peserta didik yang ingin berkompetisi di bidang akademik,” pungkasnya. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi