BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Seorang pria bernama Bayu Setyawan tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar enam meter di wilayah Dusun Krajan, RT 003/RW 007, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (5/9/2026) dini hari. Beruntung, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Baca juga: Di Usia Senja, Mbah Wasiah Datang Sendiri Ambil Bantuan Beras
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelum kejadian, orang tua korban, Nurhidayat, mendapat kabar dari Tria bahwa Bayu sedang marah-marah di depan rumahnya.
Bayu diketahui datang untuk mencari seseorang bernama Dwi dengan maksud menagih utang. Namun, Dwi tidak berada di lokasi. Mendapat kabar tersebut, Nurhidayat kemudian mendatangi Bayu yang berada di rumah saudara Tria dan mengajaknya pulang ke rumahnya di Dusun Krajan, Desa Temuasri.
Sesampainya di rumah, Bayu kembali dalam kondisi emosi dan sempat mengamuk dengan membanting kursi. Setelah itu, Bayu berjalan menuju bagian belakang rumah.
Tak berselang lama, pihak keluarga mencari keberadaan Bayu. Saat itulah Nurhidayat mendapati anaknya sudah berada di dalam sumur sambil berteriak-teriak.
“Korban saat ditemukan masih dalam keadaan sadar dan terus berteriak serta mengamuk. Kedalaman sumur sekitar enam meter dengan ketinggian air kurang lebih satu meter,” demikian keterangan dalam laporan kejadian.
Baca juga: Pajak Bertutur 2026, SMK Muhammadiyah 9 Gambiran Perkuat Sinergitas dengan KPP Pratama
Kondisi korban yang masih mengamuk membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Petugas melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan proses penyelamatan berlangsung aman, mengingat kondisi korban dikhawatirkan dapat membahayakan dirinya maupun petugas.
Setelah dilakukan upaya penyelamatan, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Proses evakuasi melibatkan personel gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran (Damkar), Puskesmas, Basarnas, serta masyarakat setempat.Korban kemudian berhasil dibawa ke atas dalam kondisi selamat dan sehat.
Sementara itu, Kapolsek Sempu, AKP Satrio Wibowo, S.H, mengimbau masyarakat, khususnya keluarga, agar lebih memperhatikan anggota keluarga yang sedang mengalami kondisi emosi atau masalah pribadi.
Ia juga berharap setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan mengutamakan keselamatan.
Menurutnya, apabila terdapat anggota keluarga yang sedang mengalami emosi tidak terkendali, sebaiknya segera mendapat pendampingan dan dijauhkan dari tempat atau benda yang berpotensi membahayakan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan saat emosi dan segera meminta bantuan apabila menghadapi situasi yang membahayakan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pesan AKP Satrio.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena proses evakuasi korban dari dalam sumur membutuhkan koordinasi dan kehati-hatian dari tim gabungan. Berkat kesigapan petugas bersama warga, korban akhirnya dapat diselamatkan. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi