BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Di usia senja, Mbah Wasiah tetap datang sendiri ke Pendopo Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Warga Dusun Wadung Barat itu hendak mengambil bantuan pangan yang menjadi jatahnya.
Wasiah pulang membawa tiga sak beras dengan total 30 kilogram. Bagi lansia tersebut, bantuan itu cukup berarti untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah.
Baca juga: Pajak Bertutur 2026, SMK Muhammadiyah 9 Gambiran Perkuat Sinergitas dengan KPP Pratama
“Sangat membantu. Berasnya untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Wasiah saat ditemui di Pendopo Desa Kaligondo, Jumat (4/9/2026).
Ia memilih datang langsung untuk mengambil bantuan tersebut. Tidak banyak yang diharapkannya. Tiga sak beras itu setidaknya menjadi persediaan untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Penyaluran bantuan pangan di Desa Kaligondo merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Perum Bulog Cabang Banyuwangi. Sebanyak 1.970 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat mendapatkan bantuan alokasi Juli hingga September 2026.
Proses distribusi berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (3/9/2026). Memasuki hari kedua, sebanyak 515 KPM masih belum mengambil bantuan.
Kepala Desa Kaligondo, Nur Hadi, S.E., mengatakan pemerintah desa melayani penyaluran berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan.
“Total ada 1.970 KPM. Untuk hari ini masih tersisa 515 KPM,” kata Nur Hadi.
Desa Kaligondo memiliki enam dusun. Yakni Dusun Selorejo, Sumberwadung, Jepit, Wadung Dolah, Kaliwadung, dan Wadung Barat.
Baca juga: Ganja Ditemukan di Kamar Penginapan G-Land, WN Rusia Jadi Tersangka
Wasiah merupakan salah satu penerima dari Dusun Wadung Barat. Tiga sak beras yang dibawanya pulang menjadi tambahan persediaan pangan di rumah.
Bagi Wasiah, 30 kilogram beras itu bukan sekadar angka. Ada kebutuhan sehari-hari yang bisa sedikit lebih ringan setelah bantuan tersebut sampai di rumah. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi