Suguhkan Pelestarian Tradisi, Srikandi PDI-P Banyuwangi Apresiasi Gelaran Pawai Budaya Puja Purwodadi - Jajag

Reporter : Biro Banyuwangi
Srikandi Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ir. Yayuk Banar Sri Pangayom tampak duduk bersama sejumlah tokoh dan warga saat menghadiri Pawai Budaya Puja Purwodadi-Jajag, Selasa (11/8/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Pawai Budaya Puja yang digelar Pemerintah Desa Purwodadi bersama Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar selama dua hari, 10–11 Agustus 2026, itu menyuguhkan beragam atraksi kreatif, kostum unik, hingga dukungan sistem audio Sound Horeg yang menarik perhatian masyarakat.

Pawai tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga dari dua desa turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai kreasi yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat.

Baca juga: Tersengat Listrik Saat Benahi Stopkontak, Warga Kradenan Ditemukan Tewas

Srikandi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ir. Yayuk Banar Sri Pangayom, turut hadir menyaksikan kemeriahan pawai tersebut.

Menurut Yayuk, kegiatan budaya seperti Pawai Budaya Puja tidak sekadar menjadi tontonan atau hiburan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat punya kreativitas yang luar biasa. Kegiatan seperti ini perlu terus diberi ruang karena menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat,” ujar Yayuk.

 

Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Budaya

Sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi ini menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama Pawai Budaya Puja. Berbagai atraksi dan kostum yang ditampilkan menunjukkan kemampuan warga dalam mengembangkan kreativitas dengan tetap membawa unsur budaya lokal.

Dia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Terutama dengan melibatkan lebih banyak generasi muda sebagai pelaku, bukan sekadar penonton.

“Jangan sampai anak-anak muda hanya menjadi penonton. Mereka harus diberi ruang untuk ikut tampil dan menjadi bagian dari upaya meneruskan tradisi yang ada di daerah,” katanya.

Baca juga: Satlantas Polresta Banyuwangi Raih Predikat Terbaik Kelola Lalin Pelabuhan saat Operasi Ketupat Semeru 2026

Sebagai seorang wakil rakyat, Yayuk juga menilai pelestarian budaya perlu mendapat perhatian bersama. Menurut dia, budaya lokal merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus tetap dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Dia mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Desa Purwodadi dan Desa Jajag yang mampu menghadirkan kegiatan bersama selama dua hari. Kolaborasi tersebut dinilai tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan, tetapi juga membuka ruang interaksi antarmasyarakat.

 

Tradisi Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Yayuk menilai perkembangan zaman tidak semestinya membuat masyarakat meninggalkan tradisi. Justru, kreativitas dapat menjadi jembatan agar budaya lokal tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.

Baca juga: Bawa Semangat dan Potensi Daerah, Tiga Siswa MTsN 8 Banyuwangi Siap Wakili di Jambore Nasional XII 2026

Pawai Budaya Puja menjadi salah satu contoh bahwa tradisi dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih atraktif melalui kostum, pertunjukan, hingga tata suara. Kemeriahan tersebut tetap menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam pelaksanaan kegiatan.

“Tradisi boleh di-branding dengan cara yang lebih modern, tetapi akar budayanya jangan sampai hilang. Itu yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Pawai Budaya Puja akhirnya tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan kebersamaan warga Desa Purwodadi serta Desa Jajag.

Bagi Yayuk, keberlangsungan kegiatan budaya semacam itu menjadi penting agar tradisi lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman sekaligus terus dikenal oleh generasi muda. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru