BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Tim Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga Desa Sumbermulyo secara resmi memaparkan capaian program pengabdian masyarakat dalam Seminar Hasil KKN-BBK 8 yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyampaikan hasil implementasi berbagai program kerja yang telah dijalankan selama masa pengabdian sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dalam seminar tersebut, Tim KKN-BBK 8 mempresentasikan keberhasilan pelaksanaan program yang terintegrasi dalam empat bidang utama, yakni lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Seluruh program dirancang sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat Desa Sumbermulyo dengan mengedepankan prinsip pemberdayaan dan keberlanjutan.
Baca juga: Bukan Bangun Tugu, Mahasiswa KKN UGM Pilih Tinggalkan Ilmu untuk Warga Muncar
Pada bidang lingkungan, mahasiswa menghadirkan program "Botol Ceria", sebuah gerakan pengumpulan botol plastik secara terstruktur yang melibatkan masyarakat dan sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah plastik di kawasan permukiman dan lingkungan pendidikan.
Program tersebut diperkuat melalui bidang pendidikan dengan pelaksanaan edukasi "Si PILAH" (Siswa Pintar Memilah). Melalui sosialisasi interaktif di sekolah-sekolah Desa Sumbermulyo, para siswa diajak memahami pentingnya memilah sampah sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.
Di sektor kesehatan, Tim KKN-BBK 8 melaksanakan program "SIGAP" (Siaga Gaya Hidup Bersih untuk Pencegahan DBD) bekerja sama dengan Puskesmas Pesanggaran. Kegiatan ini berupa edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada para ibu yang tergabung dalam kegiatan Taman Posyandu. Melalui pendekatan yang komunikatif dan partisipatif, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif terhadap penyebaran penyakit.
Sementara itu, pada bidang ekonomi, mahasiswa menginisiasi pembentukan Bank Sampah "JURAGAN" sebagai upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Tim menyusun Buku Pedoman Pembuatan Bank Sampah sebagai panduan operasional bagi pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menjalin kemitraan dengan pengepul berskala besar untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sampah serta memperluas akses pasar hasil sampah terpilah.
Paparan hasil pengabdian tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pemerintah daerah yang hadir. Sekretaris Desa Sumbermulyo, Aput Andayani, menyampaikan penghargaan atas dedikasi mahasiswa yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat selama menjalankan program KKN.
Baca juga: Dinilai Rawan Kecelakaan, Portal di Simpang Empat Palurejo Akhirnya Dibongkar
"Kami atas nama Pemerintah Desa Sumbermulyo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh dedikasi dan kontribusi adik-adik KKN-BBK 8 Universitas Airlangga selama bertugas di desa kami. Kehadiran program-program ini, khususnya inisiasi pendirian Bank Sampah beserta penyusunan buku pedomannya, sangat membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan sampah menjadi aset yang bernilai ekonomi," ujar Aput Andayani.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd., yang menilai kehadiran mahasiswa KKN telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Pesanggaran.
"Kami sangat berterima kasih atas seluruh kontribusi dan kerja keras adik-adik mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga yang telah memberikan dampak positif di Kecamatan Pesanggaran. Pintu kami akan selalu terbuka bagi mahasiswa Universitas Airlangga yang akan kembali melaksanakan KKN di wilayah ini. Semoga kebersamaan dan pengalaman yang telah terjalin menjadi kenangan berharga sekaligus awal dari kolaborasi yang terus berlanjut," tutur Didik Eko Wahyudi.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Banyuwangi Siap Meriahkan HUT RI ke 81 dengan Berbagai Perlombaan
Melalui rangkaian program tersebut, Tim KKN-BBK 8 Universitas Airlangga Desa Sumbermulyo menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program SIGAP berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Program Si PILAH mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan membangun budaya literasi lingkungan sejak usia dini.
Di sisi lain, pembentukan Bank Sampah JURAGAN sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan sampah, sekaligus mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Keseluruhan program juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi erat antara Universitas Airlangga, Pemerintah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Puskesmas Pesanggaran, satuan pendidikan, serta berbagai mitra masyarakat.
Seminar ini menandai berakhirnya rangkaian pengabdian Tim KKN-BBK 8 Universitas Airlangga di Desa Sumbermulyo. Lebih dari sekadar penutupan program, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan fondasi bagi pembangunan desa yang berkelanjutan. (Ikhsan/Hari.S)
Editor : Biro Banyuwangi