Camat Muncar Tinjau Pengembangan Mangrove KTH Makmur, Dukung Inovasi Hendro Supeno

Reporter : Biro Banyuwangi
Camat Muncar, Drs. Kholid Askandar berdialog dengan Hendro Supeno yang merupakan seorang pemerhati mangrove di kantor sekretariat KTH Makmur, Desa Wringinputih, Jumat (31/7/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Camat Muncar, Drs. Kholid Askandar meninjau kawasan pengembangan mangrove yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Makmur di Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Jumat (31/7/2026). Kunjungan dipusatkan di kediaman Ketua KTH Makmur, Hendro Supeno, yang selama ini dikenal sebagai pemerhati mangrove hingga tingkat nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Camat Muncar, Drs. Kholid Askandar melihat langsung berbagai aktivitas pelestarian mangrove yang dikembangkan kelompok, sekaligus inovasi pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca juga: Ketua Komite Usulkan Empat Nama Calon Plt Kepala SMP Negeri 3 Muncar

Hendro tidak hanya fokus pada rehabilitasi kawasan pesisir. Bersama KTH Makmur, ia mengembangkan aneka produk olahan mangrove, mulai keripik, teh, hingga sirup. Beragam produk itu menjadi upaya meningkatkan nilai tambah hasil mangrove sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Drs. Kholid Askandar menyebut apa yang dilakukan Hendro dan KTH Makmur layak mendapat dukungan karena mampu memadukan aspek konservasi dengan pemberdayaan ekonomi warga.

"Apa yang dilakukan Bapak Hendro Supeno bersama KTH Makmur patut diapresiasi. Mangrove tidak hanya dijaga kelestariannya, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Pemerintah Kecamatan Muncar tentu mendukung penuh pengembangan ini," ujar Kholid.

Baca juga: Tabrak Pejalan Kaki, Pemotor Vario Oleng Hantam Scoopy di Depan Roxy Banyuwangi

Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan kawasan pesisir berbasis masyarakat. Keberadaan mangrove tidak lagi dipandang sebatas pelindung pantai, melainkan juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi jika dikelola secara tepat.

Salah satu hasil olahan mangrove, Keripik Mangrove. Olahan ini merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh KTH Makmur.

Baca juga: Suwito Soroti Bangku SMA/SMK Negeri Masih Kosong, Minta Kacabdin Bertindak Cepat

Dalam kesempatan itu, Drs. Kholid Askandar juga berdialog dengan Hendro mengenai pengembangan kawasan mangrove, peluang pemasaran produk olahan, hingga penguatan kelembagaan KTH Makmur agar mampu berkembang lebih luas.

Hendro berharap pengembangan mangrove di Wringinputih terus mendapat dukungan berbagai pihak. Selain menjaga ekosistem pesisir, pengolahan hasil mangrove dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk-produk bernilai jual yang telah dihasilkan kelompoknya. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru