BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB) menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan panjang Aktivis Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM), Amir Ma'ruf Khan (AMK), yang dikenal juga sebagai pendiri Yayasan Mutiara Bahari. Menurutnya, Amir telah memulai gerakan pelestarian ekosistem laut sejak tahun 2000, jauh sebelum isu konservasi terumbu karang menjadi perhatian luas.
Ketua IWB menuturkan, sejak merintis Yayasan Mutiara Bahari, Amir Ma'ruf Khan aktif melakukan transplantasi terumbu karang melalui penanaman berbagai jenis koral dan soft coral di kawasan pesisir Banyuwangi, terutama di Pantai Ketapang, Bangsring, Wongsorejo, hingga Pulau Tabuhan.
Baca juga: Tiga Kendaraan Terlibat Laka Beruntun di Kalipuro, Pemotor Dilarikan ke RS Yasmin
"Bibit koral dan soft coral saat itu bahkan didatangkan dari berbagai daerah kepulauan lain untuk kemudian dibudidayakan di perairan Banyuwangi sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem laut," ujarnya.
Menurut Ketua IWB, kegiatan tersebut telah berlangsung secara berkesinambungan melewati beberapa periode pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, mulai dari masa Bupati Samsul Hadi, kemudian Ratna Ani Lestari, hingga Abdullah Azwar Anas.
Pada masa pemerintahan Ratna Ani Lestari dan Abdullah Azwar Anas, lanjutnya, kegiatan budidaya terumbu karang tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas. Dalam berbagai kegiatan konservasi, hadir pula unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, DPRD, Lanal Banyuwangi, para camat, serta berbagai elemen masyarakat.
Amir Ma'ruf Khan, kata Ketua IWB, juga menggandeng para pelaku usaha koral, soft coral, dan ikan hias agar aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
"Tujuannya bukan hanya menjaga alam, tetapi juga mengubah pola pengambilan koral dari alam menjadi budidaya yang berkelanjutan," jelasnya.
Selain melakukan transplantasi terumbu karang, Amir juga disebut membangun sejumlah rumah ikan atau yang ia sebut sebagai stupa, di beberapa kawasan pesisir Wongsorejo. Struktur tersebut dimaksudkan sebagai habitat baru bagi ikan sekaligus mendukung pemulihan ekosistem bawah laut.
Ketua IWB menilai, hasil dari upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun mulai terlihat. Saat ini, semakin banyak kelompok masyarakat yang membudidayakan terumbu karang di kawasan Ketapang dan Bangsring.
Bahkan, menurutnya, sejumlah perusahaan yang sebelumnya mengambil koral dan soft coral langsung dari alam kini telah beralih ke sistem budidaya. Setelah dibesarkan selama beberapa bulan, hasil budidaya tersebut dipanen dan diekspor ke luar negeri.
"Perubahan pola usaha ini merupakan langkah positif karena dapat mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Ketua IWB mengatakan bahwa kepedulian Amir Ma'ruf Khan terhadap lingkungan bukanlah hal yang baru. Menurutnya, sejak usia muda Amir telah aktif menjaga kelestarian alam, termasuk ikut merawat kawasan makam atau petilasan para tokoh penyebar agama Islam dan sejarah Blambangan di kawasan hutan Banyuwangi Utara, seperti Syekh Maulana Ahmad (Temanggung Aning Patih) dan Syekh Maulana Ishaq.
"Hal tersebut menunjukkan bentuk pengabdian nyata dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan lingkungan yang menjadi bagian dari identitas Banyuwangi," ujarnya.
Ketua IWB juga mengaku memiliki dokumentasi foto berbagai kegiatan yang dilakukan Amir Ma'ruf Khan, termasuk dalam acara Petik Laut serta aktivitas budidaya koral dan soft coral.
"Menurut saya, ini merupakan bagian dari sejarah Blambangan. Jika dahulu para leluhur berjuang melawan penjajah, maka sekarang Amir Ma'ruf Khan berjuang melawan berbagai bentuk kejahatan lingkungan hidup dan kemanusiaan," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa aktivitas Amir Ma'ruf Khan juga mendapat pengakuan dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah aktivis M. Yunus, yang dikenal dengan julukan "Harimau Blambangan", yang mengaku memulai kiprah aktivismenya bersama Yayasan Mutiara Bahari.
Baca juga: Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 23 Ribu Benih Lobster
Selain itu, dukungan dan pengakuan juga disebut datang dari sejumlah tokoh masyarakat Banyuwangi Utara, pegiat LSM kawasan hutan, pelaku usaha koral dan soft coral di wilayah Ketapang, Kalipuro, Bangsring, dan Wongsorejo, serta rekan-rekan wartawan dan aktivis LSM di Banyuwangi yang mengetahui perjalanan aktivitas Amir Ma'ruf Khan dalam bidang konservasi lingkungan.
Ketua IWB berharap semangat pelestarian lingkungan yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda, sehingga ekosistem laut Banyuwangi tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. (Ikhsan Suryadi)
Editor : Biro Banyuwangi