Drainase Jalan Nasional Kalibaru Dibongkar, Upaya Buka Sumbatan Pascabanjir Berlanjut

Reporter : Biro Banyuwangi
Penanganan banjir di Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru terus berlanjut. Tim gabungan memutuskan membongkar saluran dari sisi timur Jalan Nasional. Pembongkaran dipilih untuk menemukan titik penyumbatan yang diduga berada di dalam

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Penanganan banjir di Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru terus berlanjut. Setelah upaya penyedotan menggunakan pompa belum mampu mengatasi sumbatan di saluran drainase, tim gabungan memutuskan membongkar saluran dari sisi timur Jalan Nasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi Forkopimcam Kalibaru, Pemerintah Desa Kalibaru Wetan, Balai/Bina Marga Nasional, serta warga setempat. Pembongkaran dipilih untuk menemukan titik penyumbatan yang diduga berada di dalam saluran.

Baca juga: Rem Blong Picu Tabrakan Truk dan Innova di Tegalsari, Kerugian Capai Rp 8,5 Juta

Ketika dihubungi via Pesan WhatsApp, Plt Camat Kalibaru, H. M. Luqman, S.Sos., MBA., M.M, menuturkan bahwa keputusan membongkar drainase diambil setelah hasil evaluasi di lapangan menunjukkan metode penyedotan tidak efektif mengurai penyumbatan.

"Kami sudah mencoba penyedotan menggunakan pompa, tetapi hasil evaluasi menunjukkan sumbatan belum bisa teratasi. Karena itu, penanganan dilanjutkan dengan membongkar saluran dari sisi timur jalan agar titik penyumbatan dapat ditemukan dan dibersihkan secara menyeluruh," ujarnya, pada Selasa (28/7/2026).

Penanganan dimulai dengan penyedotan air dari sisi barat jalan nasional menggunakan pompa. Meski debit air sempat berkurang, aliran belum kembali normal karena material yang menyumbat berada di bagian dalam saluran.

Baca juga: Usai Keluhkan Kelelahan, Petani di Songgon Meninggal di Gubuk Kandang Sapi

Proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lalu lintas di ruas jalan nasional. Sejumlah personel disiagakan untuk mengatur arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.

Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dapat mempercepat pemulihan fungsi drainase sehingga aliran air kembali lancar dan potensi genangan saat hujan dapat diminimalkan.

Baca juga: Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah

"Kami mengapresiasi dukungan seluruh unsur. Sinergi ini menjadi kunci agar penanganan selesai dan fungsi drainase segera pulih," pungkasnya.

Sebelumnya, Banjir luapan melanda wilayah Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru setelah Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejak Minggu (26/7/2026) sore hingga Senin (27/7/2026) dini hari. Luapan tersebut dipicu tersumbatnya gorong-gorong di Jalur Nasional III Kalibaru sehingga air meluber ke permukiman warga.(Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru