BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Pemantapan terakhir peserta Jambore Nasional (Jamnas) 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan nonteknis. Sabtu (25/7/2026), puluhan peserta yang akan mewakili Banyuwangi mengikuti Training Center (TC) terakhir di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyuwangi.
Selain pembekalan kepramukaan, peserta menerima pengarahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melalui Plt Kepala Bidang SMP serta Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Materi yang diberikan menitikberatkan pada sikap, disiplin, etika, dan peran peserta sebagai representasi daerah selama mengikuti Jamnas.
Baca juga: Nyalip Berujung Petaka, Penumpang Vario Tewas Usai Adu Banteng dengan Beat
Plt Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Muisman, S.Pd., M.Pd, menegaskan, setiap peserta membawa identitas Banyuwangi di tingkat nasional. Karena itu, perilaku selama kegiatan menjadi cerminan daerah asal.
"Kalian bukan hanya datang sebagai peserta, tetapi juga membawa nama Banyuwangi. Tunjukkan sikap yang santun, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap kegiatan. Prestasi memang penting, tetapi karakter yang baik akan lebih diingat," ujarnya di hadapan peserta.
Baca juga: Warga Glenmore Temukan Anak Buaya di Saluran Irigasi, Dievakuasi ke Polsek
Ia juga mengingatkan peserta untuk membangun relasi dengan kontingen dari berbagai provinsi. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang belajar sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi antardaerah.
Sementara itu, Perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi membekali peserta dengan materi mengenai potensi wisata, budaya, dan kearifan lokal yang dapat diperkenalkan kepada peserta lain selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas promosi Banyuwangi melalui interaksi antarkontingen.
Dengan pembekalan itu, kontingen Bumi Blambangan diharapkan tampil tidak hanya melalui capaian dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu memperlihatkan karakter serta memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi