BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Penemuan seekor anak buaya menggegerkan warga Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Jumat (24/7/2026) sekitar Pukul 15.00 WIB. Reptil sepanjang sekitar 40 sentimeter itu ditemukan di aliran irigasi persawahan saat seorang petani tengah mengairi sawahnya.
Awalnya, warga tersebut mengira hewan tersebut hanyalah biawak. Setelah didekati, bentuk tubuh dan moncongnya menyerupai anak buaya. Demi menghindari risiko, ia menggunakan sebatang kayu untuk menjepit tubuh reptil tersebut sebelum mengikat bagian mulutnya.
Setelah kondisi dinilai aman, hewan itu dibawa pulang. Pada malam harinya, penemuan tersebut dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Karangharjo, Aipda Ngadiyanto.
Mendapat laporan, Aipda Ngadiyanto langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi reptil tersebut ke Mapolsek Glenmore. Selanjutnya, hewan itu diserahkan ke Banyuwangi sembari berkoordinasi dengan instansi yang berwenang menangani satwa liar.
Baca juga: Demokrat Penuhi Aspirasi Rakyat Siliragung
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, S.H., M.H., mengatakan, langkah pengamanan dilakukan untuk mencegah risiko terhadap warga sekaligus memastikan satwa tersebut memperoleh penanganan yang tepat.
"Begitu menerima laporan dari Bhabinkamtibmas, kami langsung mengamankan hewan tersebut ke Mapolsek. Karena penemuan seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah kami, selanjutnya kami berkoordinasi dengan instansi terkait agar satwa tersebut dapat ditangani sesuai prosedur," ujarnya.
Baca juga: LSM Suara Bangsa Wadul Gubernur dan Ombudsman, Soroti Kacabdin hingga Penjualan Kain Seragam
Budi menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari instansi berwenang untuk memastikan jenis reptil tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menangani satwa liar sendirian apabila menemukan kejadian serupa.
"Apabila warga kembali menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait. Jangan mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa tersebut," pungkasnya. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi