BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Upaya menyalip bus di Jalan Nasional Banyuwangi–Srono berakhir tragis. Pengendara Honda Scoopy, NMS (42), warga Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, meninggal dunia setelah bertabrakan dengan sebuah pikap dari arah berlawanan, lalu terpental hingga menghantam bagian belakang bus yang sedang didahuluinya.
Kecelakaan terjadi di utara Masjid Nurul Huda, Dusun Krajan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Korban mengalami cedera berat di kepala dan meninggal di lokasi sebelum dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.
Baca juga: Pulang ke Almamater, Alumni SMA Negeri 1 Rogojampi Angkatan 1987 Kenang Masa Sekolah
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, korban melaju dari arah Banyuwangi menuju Srono. Di depannya melintas Bus Hino Harapan Baru yang dikemudikan DBP (32), warga Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
Saat mengambil jalur kanan untuk mendahului bus, dari arah berlawanan muncul sebuah pikap yang identitas pengemudi maupun nomor polisinya belum diketahui. Jarak antarkendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Usai berbenturan dengan pikap, sepeda motor korban oleng dan terjatuh ke sisi kiri. Tubuh korban kemudian menghantam ban belakang kanan bus hingga mengalami cedera fatal di bagian kepala.
Baca juga: LSM Suara Bangsa Soroti Penjualan Seragam Sekolah, Minta Koperasi Tak Langgar Aturan
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfian, S.H., CPHR., CBA, mengatakan, penyidik masih menelusuri identitas kendaraan pikap yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, pengendara sepeda motor mendahului bus kemudian bertemu kendaraan dari arah berlawanan sehingga terjadi benturan. Kendaraan pikap tersebut masih dalam proses penelusuran," ujarnya.
Hasil pemeriksaan juga menunjukkan korban tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Sementara pengemudi bus diketahui mengantongi SIM BI Umum yang masih berlaku.
Baca juga: Sujarno Bawa Misi Transformasi, SMP Negeri 3 Muncar Siap Lahirkan Inovasi Baru
Tri Pepri menambahkan, penyidik telah mengamankan bus beserta sepeda motor korban sebagai barang bukti. Sementara keterangan saksi dan jejak di lokasi masih didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.
"Seluruh kendaraan yang terlibat sudah kami data. Proses penyelidikan masih berjalan untuk melengkapi alat bukti sekaligus mengidentifikasi kendaraan pikap yang hingga kini belum diketahui identitasnya," pungkasnya. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi