PT Sunrise Masami Internasional Resmi Beroperasi, Sherly: Produksi Lokal Pangkas Biaya Kemasan hingga 15 Persen

Reporter : Biro Banyuwangi
Sherly Indrawati Aminoto, Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, memberikan keterangan kepada awak media usai peresmian pabrik kemasan kaleng modern di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – PT Sunrise Masami Internasional resmi mengoperasikan pabrik kemasan kaleng modern di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7/2026). Berbekal investasi sekitar Rp 200 Miliar, perusahaan optimistis kehadiran fasilitas tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap kemasan impor sekaligus meningkatkan daya saing industri pengolahan makanan nasional.

Peresmian dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Turut hadir Chairman PT Sunrise Masami Internasional, Eric Lam Wing Po beserta jajaran pemegang saham, di antaranya Aminoto dan Lie Soen Boen.

Baca juga: Saling Salip di Jalan Nasional, Pemotor Tersenggol dan Terlindas Truk, Seorang Penumpang Tewas

Pabrik hasil kolaborasi dengan investor asal Tiongkok itu memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng setiap bulan atau setara 600 juta piece per tahun. Hasil produksinya akan memenuhi kebutuhan industri pengolahan makanan, khususnya sektor perikanan, termasuk untuk pasar ekspor.

Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto mengatakan, selama ini kebutuhan kemasan kaleng di Indonesia masih didominasi produk impor. Melalui kerja sama dengan mitra dari Tiongkok, perusahaan kini mampu memproduksi bodi dan tutup kaleng di dalam negeri.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Pasar Murah di Muncar, Khofifah Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali

"Produksi lokal mampu memberikan efisiensi biaya kemasan sekitar 10 hingga 15 persen. Ini menjadi nilai tambah bagi industri karena biaya produksi dapat ditekan sehingga lebih kompetitif," ujarnya.

Menurut Sherly, keberadaan pabrik di Banyuwangi juga memperpendek rantai pasok. Industri pengolahan makanan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pengiriman dari luar negeri, sehingga pasokan menjadi lebih terjamin dan waktu distribusi lebih efisien.

Baca juga: Ekspor Meluas, Industri Pengolahan Ikan Banyuwangi Kian Percaya Diri

Selain memperkuat industri substitusi impor, investasi tersebut membawa dampak ekonomi bagi daerah. Operasional pabrik menyerap ratusan tenaga kerja lokal sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri pendukung di kawasan Muncar.

Di sisi lain, dengan kapasitas produksi mencapai 600 juta piece per tahun, PT Sunrise Masami Internasional menargetkan mampu memenuhi kebutuhan kemasan kaleng dalam negeri sekaligus mendukung peningkatan ekspor produk olahan makanan Indonesia. (Ikhsan/Deni)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru