Puskesmas Wonosobo Srono Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektor, Bahas Kesehatan Remaja, Ibu Hamil, dan Anak

Reporter : Biro Banyuwangi
Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Srono, melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang bertempat di Aula Kecamatan Srono, Rabu (24/6/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Srono, melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang bertempat di Aula Kecamatan Srono, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kesehatan Remaja, Ibu Hamil, dan Anak” sebagai upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Acara dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Camat Srono, Kapolsek Srono, Danramil Srono, para kepala desa, jajaran Puskesmas Wonosobo, perangkat desa, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kantor Urusan Agama (KUA), para kepala sekolah, serta tokoh masyarakat.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Singojuruh, Pengendara GL Pro Tewas di Tempat

Kegiatan dibuka oleh Camat Srono, Ahmad Subhan, S.E., M.Si. yang dalam sambutannya menegaskan bahwa penanggulangan Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Saya berharap seluruh pihak dapat mendukung program ini melalui edukasi, deteksi dini, serta pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Subhan.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung berbagai program kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan remaja, ibu hamil, dan anak, sehingga dapat tercipta generasi yang sehat dan berkualitas.

Baca juga: 2.744 KPM di Kembiritan Terima Bantuan Pangan, Penyaluran Dibagi Dua Sesi

Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Wonosobo, drg. Ai Nurul Hidayah, memaparkan materi mengenai penyakit TBC, mulai dari penyebab, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan dan pengobatannya.

Menurutnya, TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat dalam mengenali gejala sejak dini dan mendukung proses pengobatan pasien hingga tuntas.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai TBC. Dengan pengetahuan yang benar, stigma terhadap penderita dapat dikurangi dan upaya pencegahan maupun pengobatan dapat berjalan lebih optimal,” jelas drg. Ai Nurul Hidayah.

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Aliran Sungai Curah Gulung

Ia juga berpesan agar seluruh pihak terus mendukung program-program kesehatan yang dilaksanakan pemerintah, termasuk upaya peningkatan kesehatan remaja, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta pemenuhan gizi dan kesehatan anak sebagai investasi bagi masa depan bangsa.

Melalui kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor ini, diharapkan terjalin komitmen dan kerja sama yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan masyarakat Kecamatan Srono yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (Ikhsan/Deni)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru