Sinergi Empat Pilar Ekonomi Menguat, Media Briefing Triwulan II 2026 Bahas Ketahanan Ekonomi Jawa Timur

jurnalperistiwa.id
Komitmen menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Jawa Timur kembali ditegaskan melalui kegiatan Media Briefing Triwulan II Tahun 2026

SURABAYA | jurnalperistiwa.id – Komitmen menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Jawa Timur kembali ditegaskan melalui kegiatan Media Briefing Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan 22 Juni 2206 yang digelar Di Gedung OJK  mempertemukan empat pilar utama sektor keuangan dan ekonomi nasional, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur  dan  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Mengusung tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Jawa Timur dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri,” kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan perkembangan terkini perekonomian sekaligus memperkuat komunikasi dengan insan media.

Baca juga: Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jadikan Ziarah ke Makam Presiden RI Terdahulu Sebagai Momentum Refleksi

Acara diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 08.30 WIB, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta doa bersama. Setelah pengantar dari moderator, para pimpinan lembaga ekonomi nasional secara bergantian memaparkan kondisi dan prospek ekonomi terkini.

Paparan pertama disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari diwakilkan oleh Horas V. M. Tarihoran selaku Pelaksana Harian (Plt.) Kepala OJK Provinsi Jawa  Timur yang menjelaskan perkembangan sektor jasa keuangan, termasuk kondisi perbankan, pasar modal, serta upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

Selanjutnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim memaparkan perkembangan ekonomi regional, kondisi inflasi, stabilitas nilai tukar, serta berbagai kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari unsur fiskal, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Max Darmawan , didampingi Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur Saiful Islam , menyampaikan kinerja APBN regional serta kontribusinya dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.Bu

Baca juga: Ziarah ke Makam Soekarno, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa

Sementara itu, Kepala Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Surabaya Bambang S.Hidayat  menjelaskan peran LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan serta memastikan keamanan simpanan nasabah sebagai bagian dari stabilitas sistem keuangan nasional.

Sesi yang paling dinantikan peserta adalah dialog interaktif dan tanya jawab, di mana para wartawan berkesempatan menggali informasi secara langsung mengenai berbagai isu ekonomi yang berkembang, mulai dari prospek pertumbuhan ekonomi, investasi, stabilitas sektor keuangan, hingga tantangan global yang berpotensi memengaruhi perekonomian Jawa Timur.

Pada akhir kegiatan, para narasumber menyampaikan sejumlah key messages yang menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan plakat, foto bersama, serta ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara regulator ekonomi dan insan pers.

Baca juga: Tim Basket Polda Jati

Suasana semakin meriah dengan adanya kuis berhadiah khusus untuk wartawan, yang menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih akrab dan produktif antara lembaga ekonomi dan media.

Media Briefing Triwulan II Tahun 2026 ini menegaskan bahwa sinergi antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan LPS merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur. Dengan koordinasi yang solid dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur diharapkan terus menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.

(Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru