BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Sosok pria yang selama ini dikenal warga sering tidur di bawah Jembatan Purwoharjo–Kradenan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, Rabu (27/5/2026). Korban yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu ditemukan sudah membusuk di bawah jembatan wilayah Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.
Korban pertama kali ditemukan setelah warga mencium bau menyengat dari bawah jembatan. Seorang pelajar bernama Farel Maulana kemudian bersama warga sekitar melakukan pengecekan dan menemukan tubuh laki-laki tanpa identitas tergeletak dalam kondisi membengkak.
Baca juga: Usung Semangat Berbagi Idul Adha, Pemuda Muhammadiyah Gambiran Sembelih 4 Sapi dan 1 Kambing
Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono mengatakan, korban selama ini memang dikenal warga sebagai sosok yang kerap hidup berpindah-pindah di sekitar Pasar Purwoharjo.
“Informasi dari masyarakat, korban ini sudah sekitar dua tahun sering berada di kawasan jembatan dan pasar Purwoharjo. Warga juga beberapa kali memberikan makanan kepada yang bersangkutan,” kata IPTU Agus Suhartono.
Polisi bersama perangkat desa dan petugas medis langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan luar sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun kondisi mayat yang sudah membusuk membuat identitas korban belum dapat diketahui.
Baca juga: Keutamaan Beribadah Qurban di sholat Idul Adha 1447 Hijriyah di Masjid Besar Ar Ruslan
“Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan cukup parah dan diperkirakan meninggal lebih dari satu minggu. Untuk penyebab pasti kematian masih menunggu pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Saat ditemukan, korban diketahui hanya mengenakan sarung motif cokelat tanpa memakai baju. Polisi juga tidak menemukan kartu identitas maupun barang pribadi lain di lokasi kejadian.
Penemuan mayat tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar karena lokasi berada tepat di bawah jembatan penghubung Purwoharjo–Kradenan yang cukup sering dilalui masyarakat.
Baca juga: Barantin Gagalkan Pengiriman 50 Kambing Tanpa Dokumen ke Denpasar
Kapolsek menambahkan, pihaknya masih berupaya mencari informasi terkait identitas korban dengan berkoordinasi bersama warga dan pihak terkait lainnya.
“Apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut, kami harap segera melapor agar dapat dilakukan proses identifikasi,” pungkasnya. (Tim)
Editor : Redaksi