Pemerintah Desa Yosomulyo Bentuk “Harmoni Lintas Perguruan”, Satukan Pemuda Antar Perguruan Silat

Reporter : Biro Banyuwangi
Kepala Desa Yosomulyo, Drs. Joko Utomo Purniawan, M.Pd tampak memberikan arahan kepada sejumlah peserta terkait pembahasan pembentukan "Harmoni Lintas Perguruan".

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Pemerintah Desa Yosomulyo membentuk sebuah wadah perkumpulan pemuda bernama “Harmoni Lintas Perguruan” sebagai upaya mempererat persaudaraan antar perguruan silat sekaligus meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Wadah tersebut melibatkan sejumlah perguruan silat yang ada di wilayah desa, di antaranya PSHT, PSHW, Kera Sakti, Pagar Nusa, dan Cokro Nogo Manunggaling Roso.

Baca juga: Lapas Banyuwangi Resmikan Kelurahan Pakis Jadi Wilayah Binaan, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis hingga Bansos

Rencananya, launching “Harmoni Lintas Perguruan” akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Momentum tersebut dipilih sebagai simbol persatuan dan semangat kebersamaan antar pemuda lintas organisasi.

Kepala Desa Yosomulyo, Drs. Joko Utomo Purniawan, M.Pd mengatakan, pembentukan wadah ini bertujuan menciptakan hubungan harmonis antar anggota perguruan silat serta mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan desa.

Baca juga: Diduga Ikatan Muatan Longgar, Pemotor Tewas Tertimpa Besi Holo di Genteng

“Melalui Harmoni Lintas Perguruan ini, kami ingin seluruh pemuda bisa bersatu, menjaga kekompakan, dan bersama-sama berkontribusi positif untuk masyarakat,” ujarnya, pada Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan yang akan dijalankan meliputi kerja bakti, kerja sosial, pendampingan acara desa, hingga partisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Baca juga: Andre Tri Waluyo Desak Ketua PSSI Banyuwangi Mundur Usai Kericuhan Stadion Maron

Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut diharapkan menjadi contoh positif bahwa perbedaan latar belakang perguruan tidak menghalangi terciptanya solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Semangatnya adalah persaudaraan, gotong royong, dan menjaga kondusivitas desa bersama-sama,” pungkasnya. (Tim)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru