BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain bersama masyarakat dusun Polean menggelar kegiatan religi dan silaturahmi bertajuk Sholawat Muhabbatun Nabi pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Al Mukhlisin.
Acara yang dihadiri Ipuk Fiestiandani, bupati Banyuwangi , Ir. Mujiono, Wakil bupati, Guntur Priyambodo, sekda Banyuwangi, anggota DPRD, Kapolresta, Dandim, Danlanal, Danyon 515 beserta jajarannya SKPD, tokoh masyarakat, pemuda, jamaah, dan warga sekitar itu mengangkat tema “Banyuwangi Bersih dari Korupsi dan Terbebas dari Kerusakan Lingkungan Hidup.” Tema tersebut menjadi bentuk ajakan moral kepada seluruh elemen masyarakat agar menjaga nilai kejujuran sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Baca juga: Resmi Mulai Beroperasi Sebanyak 90 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan
Ketua Panitia Sholawat, Kenes Wahyudi mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, namun juga sebagai momentum membangun kesadaran bersama demi terciptanya Banyuwangi yang lebih baik.
“Kami berharap kegiatan sholawat ini dapat menjadi perekat silaturahmi antar warga sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga moral, menjauhi korupsi, dan peduli terhadap lingkungan hidup. Semoga masyarakat Banyuwangi semakin kompak, damai, dan diberikan keberkahan,” ujar Kenes Wahyudi.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar terus menjaga nilai-nilai religius dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Info Warga Banyuwangi, Abi Arbain dalam Ceramahnya menjelaskan “Sholawat bukan hanya lantunan di bibir, tetapi cahaya akhlak yang harus hadir dalam kehidupan. Jika kita benar mencintai Nabi Muhammad, maka jangan kotori amanah rakyat dengan korupsi, dan jangan rusak bumi yang dititipkan Allah kepada kita.
Banyuwangi yang kita cintai ini bukan warisan untuk dihabiskan, melainkan titipan untuk dijaga. Hutan, sungai, laut, dan tanahnya adalah bagian dari dzikir alam kepada Sang Pencipta. Maka siapa yang merusak lingkungan demi kepentingan pribadi, sesungguhnya ia sedang melukai masa depan anak cucunya sendiri.
Korupsi lahir dari hati yang miskin syukur, sedangkan menjaga alam lahir dari hati yang penuh iman. Rasulullah mengajarkan kejujuran, amanah, dan kasih sayang kepada seluruh makhluk. Karena itu, masyarakat Banyuwangi harus menjadi masyarakat yang bersholawat, masyarakat yang bersatu menjaga negeri, menolak kerakusan, dan mencintai lingkungan hidup.
Baca juga: Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Presiden Prabowo
Mari kita jadikan sholawat muhabbatun nabi ini sebagai kekuatan moral. Dari majelis ini kita niatkan Banyuwangi bersih dari korupsi, pemimpinnya amanah, rakyatnya peduli, alamnya lestari, dan generasi mudanya tumbuh dengan akhlak mulia.
Sebab negeri yang dipenuhi sholawat akan dijaga keberkahannya oleh Allah SWT.” ( ikhsan Suryadi)
Editor : Redaksi