BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kecurigaan seorang tetangga karena makanan bantuan yang tak kunjung diambil berujung pada penemuan jasad pria di dalam sumur rumahnya di Dusun Sidorejo Kulon RT 01 RW 03, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Rabu (13/5/2026).
Korban berinisial S (45), warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri dan rutin mendapat bantuan makanan dari warga sekitar.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 06.00 WIB saat Misuni (65) datang ke rumah korban untuk mengantarkan makanan harian. Namun ia mendapati makanan bantuan yang diberikan sehari sebelumnya masih tergantung di gagang pintu rumah.
Merasa ada yang tidak biasa, Misuni mencoba mencari keberadaan Sugeng di sekitar rumah, tetapi tidak menemukannya. Dalam perjalanan pulang, ia bertemu tetangganya, Ridhoi (56) lalu menceritakan kondisi rumah korban yang sepi.
Keduanya kemudian kembali melakukan pencarian. Saat memeriksa area belakang rumah, Ridhoi terkejut melihat tubuh korban berada di dalam sumur dengan kondisi sudah membengkak dan tidak bergerak.
“Warga langsung meminta pertolongan dan menghubungi pihak kepolisian setelah mengetahui korban berada di dalam sumur,” ujar Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto.
Baca juga: Klinik Amour 2 Genteng Jadi Salah Satu Faskes Penunjang Piala PSSI Banyuwangi 2026
Petugas Polsek Gambiran bersama tim kesehatan Puskesmas Gambiran, personel Damkar Unit Genteng, Satpol PP Kecamatan Gambiran, dan warga kemudian melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan luar, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hingga lima hari sebelum ditemukan. Petugas juga tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Luka lebam dan kondisi tubuh membengkak merupakan bagian dari proses pembusukan,” terang petugas kesehatan di lokasi.
Polisi menduga korban terjatuh ke dalam sumur saat hendak mencuci pakaian. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya bak cuci, deterjen, dan celana di dekat sumur.
Selain itu, petugas menemukan uang tunai sebesar Rp13,23 juta di rumah korban yang diduga berasal dari bantuan masyarakat selama ini.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi bermaterai.
Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Tim)
Editor : Redaksi