Jembatan Sesek Dinilai Berbahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

Reporter : Reporter
Seperti siang ini, saat ia meninjau langsung kondisi jembatan sesek di Kelurahan Sentul, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (6/5/2026). Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi sasaran secara prioritas yang mampu memberikan dampak nyata bagi mobili

Blitar | Jurnalperistiwa.id- Besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dari program Jembatan Garuda mendorong Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto terus bergerak hingga ke pelosok wilayah jajarannya untuk mencari lokasi yang membutuhkan kehadiran program tersebut.

 

Baca juga: Wujudkan Hunian Layak, Babinsa Kanigoro Bahu Membahu Perbaiki Rumah Warga

Seperti siang ini, saat ia meninjau langsung kondisi jembatan sesek di Kelurahan Sentul, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (6/5/2026). Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi sasaran secara prioritas yang mampu memberikan dampak nyata bagi mobilitas masyarakat.

 

Danrem menilai kondisi jembatan yang ada saat ini sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

 

“Jembatan sesek ini tentunya tidak aman bagi warga, karena bisa sangat berbahaya, khususnya saat musim penghujan,” kata Kolonel Untoro di sela peninjauan.

 

“Apalagi tadi disampaikan juga, saat debit air tinggi mengakibatkan jembatan sering tidak dapat dilalui. Padahal jembatan ini merupakan akses penting untuk anak-anak menuju sekolah, aktivitas pertanian, perekonomian masyarakat, hingga mengakses layanan kesehatan,” lanjutnya.

Baca juga: Polres Blitar Kota bersama Warga Bangun Jembatan Merah Putih Presisi Penggerak Ekonomi Desa

 

Melihat kondisi tersebut, Danrem menegaskan pentingnya penanganan segera agar masyarakat memiliki akses yang aman, layak, dan dapat digunakan sepanjang waktu. Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda nantinya akan memberikan manfaat besar dengan menjangkau sekitar 3.000 warga di tiga desa atau kelurahan sekitar.

 

Meski pembangunan jembatan tersebut masih dalam tahap pengajuan, ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat setempat. Bahkan, terdapat warga yang secara sukarela mengikhlaskan sebagian lahan persawahannya untuk mendukung pembangunan jembatan.

Baca juga: Penemuan Granat di Perkebunan Kendenglembu, Polisi Gerak Cepat Amankan Lokasi

 

“Jembatan yang ada saat ini lebarnya hanya sekitar satu meter. Jika nantinya dibangun lebih lebar, tentu membutuhkan tambahan lahan milik warga. Tadi mereka menyampaikan keikhlasannya apabila sebagian lahan sawah digunakan untuk pembangunan jembatan demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

 

Danrem juga mengungkapkan bahwa program Jembatan Garuda merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui TNI AD sebagai upaya mengatasi berbagai persoalan aksesibilitas masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan infrastruktur penghubung. (wati)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru