Amir Ma’ruf Khan"Raja Angkasa"dan M.Yunus Wahyudi"Harimau Blambangan"Suarakan Aspirasi Warga Terdampak Tambang

Reporter : Wartawan
Amir Ma’ruf Khan “Raja Angkasa” dan M. Yunus Wahyudi “Harimau Blambangan” Suarakan Aspirasi Warga Terdampak Tambang Tumpang Pitu Jakarta – Jurnal Peristiwa. Dua tokoh masyarakat Banyuwangi, Amir Ma’ruf Khan yang dikenal dengan julukan “Raja Angkasa” dan

Jakarta | Jurnal Peristiwa.id - Dua tokoh masyarakat Banyuwangi, Amir Ma’ruf Khan yang dikenal dengan julukan “Raja Angkasa” dan M. Yunus Wahyudi atau “Harimau Blambangan”, mendatangi kantor pusat Perum Perhutani di Jl. TB Simatupang No.22, Jakarta Selatan. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyuarakan aspirasi sekaligus kecaman masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan emas di kawasan Gunung Tumpang Pitu.

 

Baca juga: Tragedi di Balik Aroma Kopi: Jeritan Hati "Starling" Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan

Dalam pernyataannya, Amir Ma’ruf Khan menuding Perum Perhutani memiliki peran krusial dalam membuka jalan bagi alih fungsi kawasan hutan lindung di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa perubahan status kawasan hutan tidak bisa dianggap sebagai persoalan administratif semata.

 

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini adalah bentuk pembiaran sistematis terhadap penghancuran ekosistem,” tegas Amir. Ia juga berpesan agar seluruh pihak, khususnya pemerintah dan lembaga terkait, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengelolaan hutan. Menurutnya, perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

 

Sementara itu, M. Yunus Wahyudi mengungkapkan data yang menunjukkan bahwa sekitar 1.942 hektare hutan lindung di kawasan Gunung Tumpang Pitu telah dialihfungsikan menjadi hutan produksi sejak tahun 2013. Kawasan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk aktivitas tambang terbuka oleh PT Bumi Suksesindo, yang merupakan anak perusahaan dari Merdeka Copper Gold.

Baca juga: Digelar di DBL Academy Jakarta, Kopi Good Day DBL Camp 2026 Jadi Laboratorium Sport Science Basket Usia Dini

 

Ia menilai bahwa dampak dari aktivitas tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. “Kami berharap ada langkah konkret untuk memulihkan kerusakan yang telah terjadi, sekaligus menghentikan praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” ujar Yunus.

 

Baca juga: Pasopati "kenapa KPK tidak berani turun melakukan audit atau penegakan hukum secara tegas?

Lebih lanjut, Yunus juga berpesan agar suara masyarakat lokal tidak diabaikan dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan warga dalam menentukan masa depan wilayah mereka sendiri, terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam.

 

Kedua tokoh tersebut berharap agar kedatangan mereka ke kantor pusat Perum Perhutani dapat menjadi titik awal perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Mereka juga mengajak berbagai elemen, mulai dari pemerintah, aktivis lingkungan, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama mengawal isu ini agar tidak berlarut tanpa solusi ( ikhsan Suryadi )

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru