Surabaya | Jurnalperistiwa.id -Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menyoroti peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan seorang oknum wartawan dan menjadi perhatian luas di tengah masyarakat.
Menurut Baihaki Akbar, peristiwa tersebut memunculkan banyak pertanyaan publik karena dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Bahkan, berkembang dugaan di masyarakat bahwa proses OTT tersebut merupakan bagian dari skenario atau settingan tertentu yang justru dapat mendiskreditkan profesi jurnalis secara keseluruhan.
Baca juga: Polresta Malang Kota Petakan 5 Potensi Kerawanan Jelang Nyepi –Lebaran 2026
“Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Ada dugaan bahwa proses OTT tersebut merupakan bagian dari skenario atau settingan yang pada akhirnya justru mendiskreditkan profesi jurnalis,” ujar Baihaki Akbar dalam keterangannya kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa profesi wartawan merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, segala tindakan yang berpotensi mencoreng nama baik profesi pers harus ditangani secara hati-hati, transparan, dan profesional.
Baihaki Akbar menilai bahwa jika benar terdapat unsur rekayasa dalam peristiwa tersebut, maka hal itu merupakan tindakan yang sangat tidak elok dan dapat merusak citra serta kehormatan profesi wartawan di mata publik.
Baca juga: Kapolrestabes Surabaya dampingi Kapolri Tinjau Posko Terpadu Stasiun Surabaya Gubeng
“Kami menilai cara-cara seperti ini sangat tidak elok dan berpotensi merusak citra serta kehormatan profesi wartawan. Pers adalah profesi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya meminta agar aparat penegak hukum dapat mengusut secara terbuka dan profesional seluruh rangkaian peristiwa tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi maupun polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Selain itu, Baihaki Akbar juga mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menggeneralisasi tindakan oknum sebagai cerminan dari seluruh insan pers. Menurutnya, mayoritas wartawan tetap bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Jangan sampai kejadian ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap profesi jurnalis. Pers tetap memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi yang objektif,” pungkasnya.
Dengan adanya pernyataan tersebut, Aliansi Madura Indonesia berharap semua pihak dapat menyikapi persoalan ini secara bijak, menjaga kondusivitas, serta tetap menghormati proses hukum yang berjalan.(Red)
Editor : Redaksi