Akses Terputus Pascabencana, Polres Aceh Tengah Tembus Wilayah Terpencil Antar Bantuan

Reporter : Reporter 3
11 januari 2026 Dampak bencana hidrometeorologi yang merusak akses jalan di Kecamatan Bintang tidak menghalangi langkah Polres Aceh Tengah untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

 

Aceh Tengah — Jurnalperistiwa.id , - januari 2026 Dampak bencana hidrometeorologi yang merusak akses jalan di Kecamatan Bintang tidak menghalangi langkah Polres Aceh Tengah untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

Baca juga: Brimob Hadirkan Sanitasi Layak bagi Korban Banjir di Desa Tolang Julu

 

 

 Pada Jumat, 9 Januari 2026, jajaran kepolisian setempat kembali turun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan kemanusiaan benar-benar diterima warga yang masih terisolasi.

 

 

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H. Rombongan bertolak dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengerahkan kurang lebih 40 sepeda motor trail. 

 

 

Armada tersebut diisi oleh 20 personel Polres Aceh Tengah serta 20 anggota Komunitas Trail “Tragong” Aceh Tengah yang turut berpartisipasi secara sukarela.

 

 

Perjalanan menuju lokasi terdampak bukanlah perkara mudah. Jalur yang biasanya dapat ditempuh sekitar satu jam harus dilalui hingga tujuh sampai delapan jam akibat kondisi jalan yang rusak parah. 

 

 

Tim harus melewati lintasan sempit, tanjakan dan turunan ekstrem, jalan berlumpur licin, serta titik-titik longsor yang diapit jurang di kedua sisi. Kehati-hatian ekstra menjadi kunci agar seluruh rombongan dapat tiba dengan selamat.

 

 

Setibanya di Kampung Jamur Konyel sebagai titik pertama, tim langsung menyalurkan bantuan berupa paket sembako, pakaian layak pakai, handuk, perlengkapan sekolah, dan jaket.

 

Baca juga: Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan

 

 Bantuan serupa kemudian disalurkan secara merata ke Kampung Atu Payung dan Kampung Serule, guna memastikan seluruh warga terdampak memperoleh perhatian yang sama.

 

 

Selain kebutuhan pangan dan sandang, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang sudah mulai kembali mengikuti kegiatan belajar meski di tengah keterbatasan sarana dan akses. Bantuan perlengkapan sekolah diharapkan dapat membantu mereka tetap bersekolah dan menjaga semangat belajar pascabencana.

 

 

 

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi bencana tidak sebatas membawa bantuan logistik.

 

 

Baca juga: Gunakan NST, 14.582 Siswa Bersaing dalam Seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

“Kami ingin memastikan langsung kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka butuhkan, serta memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

 

Selama berada di kampung-kampung terpencil tersebut, personel Polres Aceh Tengah juga menyempatkan diri berdialog dengan warga, menyerap aspirasi, serta memantau situasi keamanan dan kondisi sosial pascabencana.

 

 

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali ke Mapolres Aceh Tengah dan tiba pada Sabtu dini hari, 10 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar.

 

 

Di akhir kegiatan, Kapolres Aceh Tengah berharap adanya percepatan perbaikan akses jalan, pemulihan fasilitas komunikasi, penerangan, serta dukungan layanan kesehatan agar masyarakat di wilayah terpencil dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan berkelanjutan. (wati)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru