Silaturahmi Satgas Anti Premanisme di Balai Kota, Heru MAKI: Surabaya Aman, Jangan Bangun Narasi yan

Silaturahmi Satgas Anti Premanisme di Balai Kota, Heru MAKI: Surabaya Aman, Jangan Bangun Narasi yang Menyesatkan

jurnalperistiwa.id
Bertempat di Balai Kota Surabaya, rumah besar Arek Suroboyo, Kamis (09/01), digelar kegiatan Silaturahmi Satgas Anti Premanisme dengan Pengusaha.

 

Surabaya — Jurnalperistiwa.id ,-Bertempat di Balai Kota Surabaya, rumah besar Arek Suroboyo, Kamis (09/01), digelar kegiatan Silaturahmi Satgas Anti Premanisme dengan Pengusaha. Forum ini dijadwalkan dihadiri perwakilan Forkopimda Kota Surabaya serta para pengusaha yang menjalankan aktivitas usahanya di Kota Pahlawan.

Baca juga: Apresiasi Puskesmas Kamoning Sampang Sigap & Cepat Bidan Lely & Bidan Devi Dalam Tindakan Persalinan.

 

Kegiatan tersebut menjadi sorotan publik karena dinilai menggambarkan seolah-olah praktik premanisme telah berada pada tingkat yang meresahkan dan menimbulkan kegelisahan warga Surabaya. Bahkan, forum ini memunculkan ilustrasi adanya pergeseran nilai moral, dari Surabaya sebagai Kota Pahlawan menjadi kota yang identik dengan perilaku premanisme.

 

Pertanyaan pun mengemuka: apa yang sebenarnya terjadi dengan Surabaya? Pertanyaan tersebut dinilai wajib dijawab secara objektif oleh Satgas Anti Premanisme dan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Wakil Wali Kota, dengan mengedepankan data, kajian ilmiah, dan fakta lapangan, bukan sekadar asumsi atau opini yang berpotensi membangun stigma negatif.

 

Tokoh Arek Suroboyo sekaligus Ketua LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru, turut angkat bicara terkait pelaksanaan forum tersebut.

 

“Aku iki heran rek, Suroboyo iku kota yang paling aman menurut aku. Kalaupun ada ulah premanisme, itu hanyalah ulah segelintir oknum saja dan kuantitasnya sangat bisa dihitung dengan jari,” tegas Heru.

 

Baca juga: Keamanan Kota Dipertaruhkan, Tokoh Surabaya Kritik Pembiaran Premanisme

Sebagai warga asli Surabaya yang lahir dan besar di kawasan Jalan Kutei dan hingga kini masih ber-KTP Surabaya, Heru mengaku gusar dengan arah narasi yang berkembang dari kegiatan Forkopimda dalam menyikapi isu premanisme.

 

Menurutnya, Surabaya seharusnya tetap diposisikan sebagai Kota Pahlawan yang menjunjung tinggi keberagaman budaya, semangat persatuan, serta nilai-nilai religius dan kebangsaan. Narasi utama yang harus dikedepankan adalah semangat Allahu Akbar untuk bersatu membangun Surabaya, serta menggelorakan semangat WANI dan DAMAI.

 

“Itu yang harus disampaikan dengan tegas dan jelas oleh Wali Kota Surabaya, bukan justru membangun kesan bahwa Surabaya sedang darurat premanisme,” ujarnya.

 

Baca juga: Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Jajarannya

Heru juga mempertanyakan relevansi pelibatan pengusaha dalam forum tersebut. Menurutnya, tidak terdapat hubungan sebab-akibat yang jelas antara kegiatan usaha dan isu premanisme yang digulirkan.

 

“Saya gagal paham apa maksud forum ini. Untuk urusan keamanan dan kenyamanan, Surabaya punya Polsek, Polres, hingga Polda. Tupoksi kepolisian jelas, menjadi sahabat Arek Suroboyo dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga dalam beraktivitas,” tegasnya.

 

Untuk menjawab polemik dan menjaga marwah Surabaya sebagai kota yang aman, damai, dan berwibawa, Heru MAKI menegaskan akan segera menginisiasi Apel Siaga Akbar “Arek Suroboyo WANI dan DAMAI” dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan warga sekaligus penegasan bahwa Surabaya tetap kondusif dan tidak boleh distigmatisasi oleh narasi yang tidak proporsional.(Red) 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru